https://journal.unsika.ac.id/index.php/IJPP/issue/feed THE INDONESIAN JOURNAL OF POLITICS AND POLICY (IJPP) 2024-07-10T00:52:57+07:00 Mochamad Faizal Rizki mochamad.faizal@fisip.unsika.ac.id Open Journal Systems <p style="text-align: justify;">The Indonesian Journal of Politics And Policy (IJPP), p-ISSN 2622-6251 ; e-ISSN 2655-3376 merupakan <em>peer-reviewed</em> jurnal yang dipublikasikan oleh Prodi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang dan terbit pertama kali pada bulan Januari Tahun 2019. The Indonesian Journal of Politics And Policy (IJPP) diterbitkan secara berkala yaitu dua kali dalam setahun (bulan Juni dan Desember) sebagai wahana pendorong bagi perkembangan Ilmu Pemerintahan. Artikel yang diterbitkan pada jurnal ini merupakan hasil penelitian serta kajian kritis terhadap berbagai konsep baru, fenomena dan peristiwa dalam bidang pemerintahan, sosial dan politik dengan ruang lingkup sebagai berikut :</p> <p style="text-align: justify;">Politik, kebijakan publik, pelayanan publik, pemerintahan desa, tata kelola pemerintahan<em>, e-government</em>, otonomi daerah, pemberdayaan masyarakat, birokrasi, pengawasan pemerintahan, pertahanan kemanan dan keuangan daerah</p> <p style="text-align: justify;">Untuk setiap artikel yang masuk akan melalui proses review oleh peer reviewer yang memiliki kompetensi di bidangnya dengan proses review bersifat <em>double blind</em>. Keputusan diterima atau tidaknya artikel ilmiah dalam jurnal ini merupakan hak dewan redaksi berdasarkan pada rekomendasi dari peer reviewer.</p> <p style="text-align: justify;">Mohon membaca dan memahami pedoman bagi penulis (<em>author guidlines</em>) secara menyeluruh, penulis yang menyerahkan naskah ke editor IJPP harus sesuai dengan pedoman penulisan. Jika naskah yang dikirimkan tidak sesuai dengan pedoman atau menggunakan format yang berbeda maka akan ditolak oleh tim redaksi sebelum direview. Tim editorial hanya akan menerima naskah yang memenuhi persyaratan dan format yang telah ditentukan.</p> https://journal.unsika.ac.id/index.php/IJPP/article/view/10685 Kualitas Pelayanan Publik Dalam Pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik Di Kecamatan Cikarang Timur 2024-07-09T00:34:44+07:00 Irfan Radya Aprilian 2110631180143@student.unsika.ac.id Hanny Purnamasari hanny.purnamasari@fisip.unsika.ac.id <p>Pelayanan Publik dalam pembuatan E-KTP di Kecamatan Cikarang Timur masih memiliki beberapa permasalahan yakni: Pertama, ketersediaan blangko yang sering kosong di Kecamatan Cikarang Timur (Andryandy, 2021). Kedua, lambatnya pengurusan dokumen kependudukan yang menyebabkan lamanya waktu pembuatan E-KTP. Ketiga, kurangnya staff untuk melayani di bidang administrasi kependudukan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas pelayanan publik dalam pembuatan E-KTP, dan faktor penghambat serta faktor pendukungnya. Saya menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi menjadi sebagai instrumen penelitian. Setelah itu, data dikumpulkan, direduksi, dipresentasikan, dan divalidasi sebagai teknik analisis (Hardani. dkk, 2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik terkait pembuatan E-KTP di Kecamatan Cikarang Timur yang mengacu pada teori Zeithaml, Parasuraman &amp; Berry dalam (Hardiyansyah, 2011) dari dimensi Bukti Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan, Empati yaitu masih kurangnya jumlah kursi di ruang tunggu dan jumlah fasilitas pendingin ruangan. Selain itu, masih terdapat hambatan-hambatan berupa keadaan listrik yang sering mati sehingga menyebabkan akses jaringan internet menjadi sering <em>offline</em>, sehingga banyak pelayanan terhadap masyarakat mengalami keterlambatan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelayanan publik dalam pembuatan E-KTP di Kecamatan Cikarang Timur sudah berjalan namun kurang maksimal, dilihat dari masih terdapat beberapa permasalahan diatas</p> 2024-07-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Irfan Radya Aprilian, Hanny Purnamasari https://journal.unsika.ac.id/index.php/IJPP/article/view/9909 Partisipasi Masyarakat Dalam Implementasi Good Governance Di Kecamatan Gembong Pati 2024-07-09T08:31:00+07:00 Nevy Rusmarina nevyrusmarina@iainkudus.ac.id Atihatin Nihayah atihatinamzatun@gmail.com <p>Penelitian ini memiliki latar belakang mengenai partisipasi yang diberikan oleh tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Gembong yaitu dapat mempengaruhi pelaksanaan peningkatan prinsip <em>good governance</em> di Kecamatan Gembong, karena pada hakikatnya tokoh masyarakat mempunyai peran yang sangat signifikan dalam terwujudnya suatu pemerintahan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dari tokoh masyarakat dalam mendukung penerapan prinsip <em>good governance</em> di Kecamatan Gembong. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan penelitian field research. Hasil dari penelitian ini bahwa peran tokoh masyarakat di Kecamatan Gembong dalam menerapkan prinsip <em>good governance</em> sudah memenuhi standar yang baik, dan adanya peran dari tokoh masyarakat ini dapat menentukan sebagai nasihat, saran, yang mampu memberikan sebuah dorongan kepada masyarakat lain untuk berpartisipasi dalam setiap program yang dijalankan. Keterlibatan tokoh masyarakat untuk pemerintah menjadi pendorong yang penting untuk dapat mengembangkan potensi sumber daya, pembangunan, pelayanan dan dari segi yang lain. Tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Gembong dapat menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat dan melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang dijalankan oleh pemerintahan Kecamatan Gembong.</p> 2024-07-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Nevy Rusmarina, Atihatin Nihayah https://journal.unsika.ac.id/index.php/IJPP/article/view/11396 Studi Perbandingan Terpilihnya Presiden Corazon Aquino Tahun 1986 dan Presiden Megawati Soekarnoputri Tahun 2001 2024-07-09T22:57:32+07:00 Annisa Febrianty Rahayu 2010631180048@student.unsika.ac.id Eka Yulyana eka.yulyana@staff.unsika.ac.id <p>Artikel ini menjelaskan mengenai perbandingan partisipasi perempuan dalam menjadi pimpinan suatu negara di Asia tenggara yaitu Indonesia dan Filipina. Corazon Aquino dan Megawati Soekarnoputri menjadi tonggak bagi perempuan-perempuan lain untuk menjadi pemimpin dalam pemerintahan. Artikel ini juga menjelaskan bagaimana awal perjalanan sehingga dapat menjadi pemimpin suatu negara dan dipercaya oleh publik dalam mengatasi permasalahan yang dialami pimpinan sebelumnya. Walaupun jika dilihat perbandingan tokoh perempuan kedua negara ini dapat disimpulkan bahwa perempuan dapat berpartisipasi aktif dalam dunia perpolitikan. Sebelumnya, tidak ada perempuan yang menjadi pemimpin di kedua negara yaitu Indonesia dan Filipina, setelah kedua tokoh perempuan tersebut menjabat tidak ada tokoh pemimpin perempuan yang menjadi kepala negara. Dalam menganalisis permasalahan ini penulis menggunakan teori partisipasi politik dengan pendekatan <em>Behavioral </em>dimana penulis memilih teori dari David Easton dalam Nasiwan (2010:37) mengungkapkan mengenai model psikologi, dimana model ini berusaha memahamkan tentang tingkah laku. Sementara itu metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode komparatif. Data-data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan kajian literatur. Adapun hasill penelitian ini menyimpulkan bahwa Partisipasi perempuan dalam perpolitikan maupun penyelenggaraan negara tidak terlepas dari latar belakang keluarga baik dari seorang suami, orang tua, maupun sanak saudara yang sebelumnya telah menjadi salah satu tokoh dalam dunia perpolitikan</p> 2024-07-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Annisa Febrianty Rahayu, Eka Yulyana https://journal.unsika.ac.id/index.php/IJPP/article/view/11389 Demokrasi Di Bawah Bayang-Bayang Patronase-Klientelisme: Memitigasi Praktik Politisasi Birokrasi Di Indonesia 2024-07-09T23:47:17+07:00 Mochamad Attur Mehta Kusmana mochamad20024@mail.unpad.ac.id Mustabsyirotul Ummah Mustofa mustabsyirotul.ummah@unpad.ac.id <p>Kekhawatiran akan netralitas birokrasi dari politik menjadi isu yang sangat hangat. Kebijakan pemerintah Indonesia dengan jelas menegaskan bahwa birokrasi harus netral dari politik. Terdapat larangan kuat bagi birokrat untuk terlibat dalam politik. Ditemukan bahwa politisi yang menghadapi persaingan politik tingkat tinggi lebih mungkin untuk mendelegasikan pelaksanaan proyek publik di konstituen mereka kepada organisasi yang lebih otonom; dan memberikan insentif informal kepada birokrat di organisasi tersebut. Tujuan penelitian telah ditentukan, termasuk eksplorasi konsep politisasi birokrasi, pemahaman implikasinya dalam konteks Indonesia, serta identifikasi berbagai alternatif atau strategi untuk mengatasi dan memitigasi masalah ini. Politisasi birokrasi merupakan isu yang cukup kompleks dan menantang di Indonesia. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, namun hasilnya belum sepenuhnya memuaskan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif-alternatif baru yang dapat memberikan solusi yang lebih efektif dan berdampak positif. Artikel ini akan mengulas beberapa cara yang telah dilakukan sebelumnya namun belum berhasil, serta memberikan alasan mengapa solusi yang ditawarkan dalam artikel ini mengandung kebaruan dan potensi untuk memitigasi praktik politisasi birokrasi di Indonesia.</p> 2024-07-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Mochamad Attur Mehta Kusmana, Mustabsyirotul Ummah Mustofa https://journal.unsika.ac.id/index.php/IJPP/article/view/11417 Representasi Perempuan Dalam Politik Di Indonesia: Sebuah Analisis Wacana Kritis Pada Berita Daring 2024-07-10T00:23:42+07:00 Faisal Fadilla Noorikhsan faisal.fadilla@unsil.ac.id Fikri Hakim fikri.hakim@unsil.ac.id Siti Pitrianti sitipitrianti@unsil.ac.id <p>Penelitian ini mengkaji bagaimana perempuan direpresentasikan dalam wacana politik di Indonesia melalui beberapa portal media daring dengan kata kunci “Perempuan Dalam Politik”. Proses perepresentasian dilakukan melalui medium bahasa. Bahasa memiliki kekuatan sebagai agen konstruksi sosial. Hasil kajian ini akan menunjukkan konstruksi sosial seperti apa yang dibangun dalam dinamika politik di Indonesia melalui wacana-wacana yang dibentuknya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana kritis. Metode analisis wacana kritis berpatok pada paradigma kritis. Metode analisis wacana kritis merupakan satu di antara penerapan metode kualitatif yang dilakukan secara eksplanatif. Dengan metode analisis wacana kritis, penelitian berfokus pada aspek tekstual dan konteks-konteks yang berpengaruh terhadap konstruksi teks tersebut. Pisau analisis yang digunakan adalah perpaduan analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk dan Sara Mills. Data penelitian berupa wacana “perempuan dalam politik” yang terbit dalam beberapa media daring diantaranya Antaranews.com, Okezon.com, Tribunjabar.com, Solopost.com, dan JPPN.com. Berdasarkan hasil analisis peneliti simpulkan bahwa media Antara melalui antaranews.com merepresentasikan perempuan dengan lebih netral dan cenderung tanpa tendensi negatif dibandingkan dengan media lain dalam konteks pemberitaan politik di Indonesia.</p> 2024-07-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Faisal Fadilla Noorikhsan, Fikri Hakim, Siti Pitrianti