PARADIGMA PENDIDIKAN KAUM MARGINAL ANDREA HIRATA DALAM KARYA-KARYANYA (KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK)

Authors

  • Sutri Sutri

DOI:

https://doi.org/10.35706/judika.v2i1.121

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk 1. Mendeskripsikan dan menjelaskan kehidupan sosial pengarang (dimensi pendidikan kaum marginal) Andrea Hirata yang berhubungan dengan karya-karyanya (2) Mendeskripsikan dan menjelaskan latar belakang sosial masyarakat (dimensi pendidikan kaum marginal) yang mengkondisikan lahirnya karya-karya Andrea Hirata (3) Mendeskripsikan dan menjelaskan pandangan Andrea Hirata dalam karya-karyanya.
Bentuk Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sedangkan pendekatan penelitian adalah pendekatan stukturalisme genetik yang menekankan teks sebagai objek kajian. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, kalimat, wacana yang terdapat dalam TetralogiLaskar Pelangi. Sumber data penelitian ini adalah TetralogiLaskar Pelangiberupa Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Endensor dan Maryamah Karpov. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah model dialektik yang dikemukakan oleh Lucien Goldmann dan model interaktif.
Hasil Penelitian ini adalah: (1) Kehidupan sosial Andrea Hirata yang berhubungan dengan TetralogiLaskar Pelangi mencakup latar belakang sejarah atau peristiwa sosial budaya masyarakat Indonesia yang melahirkan TetralogiLaskar Pelangi; dimensi pendidikan kaum marginal ada dua ciri orang termarginalkan (tertindas). Pertama, alienasi dari diri dan lingkungannya. Kedua, self-depreciation, merasa bodoh, tidak mengetahui apa-apa. (2) Pendidikan kaum marginal dalam Laskar Pelangi terdapat pemetaan tipologi kesadaran manusia dalam empat kategori; kesadaran magis (magic conscousness), kesadaran naif (naival consciousness); kesadaran kritis (critical consciousness) dan kesadarannya kesadaran (transformation consciousness). (3) Pandangan dunia (vision du monde) Andrea Hirata sebagai pengarang terhadap novel Laskar Pelangi mencakup problematika ketidakberpihakan sistem pendidikan pada kaum marginal; problematika kemiskinan (sosial ekonomi) dalam novel Laskar Pelangi; dan kesenjangan sosial antara kaum elite dan kaum marginal.
Kata kunci : Dimensi pendidikan, kaum marginal, strukturalisme genetik

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agus Nuryanto, M. 2005. “Refleksi Pendidikan Bersama Paulo Freireâ€. http://wwwkompas.cetak, diunduh 21 Januari 2013.

Bestor, Arthur. 1999. “Dasar-dasar Pendidikan†dalam Omi Intan Naomi (ed). MenggugatPendidikan Fundamentalis, Konservatif, Liberal, Anarkis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Damono, Sapardi Djoko. 1976. Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengambangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Endraswara, Suwardi. 2003. Metodologi Penelitian Sastra: Epistimologi, Model Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: FB Universitas Negeri Yogyakarta.

Fiske, Edward. B. 1998. Desentralisasi Pengajaran Politik dan Konsensus (diterjemahkan oleh Basilius Bengoteku). Jakarta: Grasindo.

Freire, Paulo. 1985. Pendidikan Kaum Tertindas. Jakarta: LP3ES.

___________.1999. “Pendidikan yang Membebaskan, Pendidikan yang Memanusiakanâ€. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

___________. 2007. Politik Pendidikan: Kebudayaan, Kekuasaan dan Pembebasan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Giddens, Anthony. 2010. Metode Sosiologi: Kaidah-kaidah Baru (diterjemahkan Eka Adinugraha&Wahmuji). Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Goldmann, Lucian. 1977. Towards a Sociology of the Novel. Translated from the French byAlan Sheridan.London: Tavistock Publication.

______________. 1977. The Hidden God: A Study of Tragic Vision in the Pensees of Pascaand the Tragedies of Racine.Translated Philip Thody. London and Hanley: Routledge and Kegan Paul.

Illich, Ivan. 1982. Bebas dari Sekolah. Jakarta : Penerbit Sinar Harapan.

Jabrohim (ed). 2003. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.

Manggeng,Marthen. 2005.â€Pendidikan yang Membebaskan Menurut Paulo Freire danRelevansinya dalam Konteks Indonesiaâ€. Intim-Jurnal Teologi Kontekstual. Edisi No.8. 41-44.

Milles, MB& Bubberman, A.M. 1992. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan Cecep Rohendi Rohidi. Jakarta: Universitas Indonesia.

Moleong, JLexy. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda.

Mu’arif. 2010. “Pendidikan Visi Kerakyatanâ€. www.sekolahindonesia.com, diunduh 21 Januari 2013.

Prasetyo, Eko. 2009. Orang Miskin Dilarang Sekolah. Yogyakarta: Resist Book.

Ratna, Nyoman Kutha. 2006. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Sangidu. 2004. Penelitian Sastra, Pendekatan, Teori, Metode, Teknik, dan Kiat. Yogyakarta.Unit Penerbitan Sastra Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Sutopo, H. B. 2002. Metode Penelitian Sastra: Epistimologi Model Teori dan Aplikasi.Yogyakarta: Pustaka Widyatama

Published

2014-11-01