Ideologisasi Partai Islam Masyumi di Indonesia

Penulis

  • Gili Argenti Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.35706/jpi.v5i1.3731
Abstrak views: 134

Abstrak

Kemunculan Masyumi Reborn awal Maret 2020 kembali mengingatkan publik politik Indonesia mengenai Partai Masyumi. Partai politik Islam yang pernah berjaya pada masa demokrasi liberal atau parlementer ini diklaim sangat ideologis bila dibandingkan dengan partai-partai Islam saat ini. Tulisan ini merupakan studi mengenai sejarah, kiprah politik dan ideologi Partai Masyumi ketika masa pemerintahan Orde Lama. Tulisan ini memfokuskan perdebatan di Konstituente. Penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif yang menggunakan literatur untuk mendapatkan data, dan kemudian dianalisis berdasarkan landasan teori yang digunakan untuk membingkai data yang dianalisis. Landasan teoritik yang digunakan adalah partai politik Islam, ideologi dan relasi Islam dengan negara.  Berdasarkan hasil penelitian literatur ternyata ditemukan terjadi pergeseran ideologi Masyumi di akhir masa sidang konstituante, mereka bergeser sedikit ke arah subtansi dari sebelumnya ideologinya bercorak formalis. Meski mengalami kegagalan di Konstituante pengaruh dari ideologisasi Masyumi ini masih terasa sampai saat ini, pengaruhnya tidak saja di kelompok Islam politik di Indonesia, tetapi juga di negara Malaysia.

Kata Kunci: Partai Masyumi, Ideologi, Partai Politik Islam, Konstituante

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Arifin, S. (2019). Populisme, Demokratisasi, Multikulturalisme: Artikulasi Baru Islam di Indonesia Dalam Nalar Agama Publik. Malang: Intrans Publishing.

Arifin, S. (2010). Ideologi Dan Praksis Gerakan Sosial Kaum Fundamentalis Pengalaman Hizb Al-Tahrir Indonesia. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Press.

Artawijaya. (2014). Belajar Dari Partai Masyumi. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Artawijaya, Keteladanan Partai Masyumi. Harian Republika, Tanggal 20 Maret 2014.

Ambardi, K. (2009). Mengungkap Politik Kartel. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia dan Lingkar Survei Indonesia.

Bottomore, T. (1996). Konsep Ideologi. Yogyakarta: Penerbit LKPSM.

Chalik, A. (2017). Islam, Negara Dan Masa Depan Ideologi Politik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Djani, L. (2017). Persenyawaan Politik Identitas Dan Populisme: Tawaran Kerangka Analisis. Prisma Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi: Edisi Volume 36.

Eagleton, T. (1991). Ideology: An introduction. London: Thetford Press, Ltd.

Fatwa, AM., Pergulatan Anatara Islam dan Kekuasaan: Kasus Tanjung Priok Berdarah. Harian Republika, tanggal 10 Desember 1998.

Feith, H. (1999). Pemilihan Umum 1955 di Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Hamka. (2001). Islam Sebagai Dasar Negara dalam Debat Dasar Negara Islam dan Pancasila Konstituante 1957. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Hardiman, B. (2017). Kebangkitan Populisme Kanan Dalam Negara Hukum Demokratis. Prisma Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi: Edisi Volume 36.

Hadiz, VR. (2019). Populisme Islam di Indonesia dan Timur Tengah. Jakarta: Penerbit LP3ES.

Heywood, A. (2016). Ideologi Politik Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Husaini, A & Bambang, GS. (2020). Pemikiran dan Perjuangan M. Natsir dan Hamka dalam Pendidikan. Depok: Gema Insani.

Suhelmi, A. (2012). Polemik Negara Islam Soekarno vs Natsir. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Ismail, F. (2017). Panorama Sejarah Islam dan Politik di Indonesia Sebuah Studi Komprehensif. Yogyakarta: Penerbit Ircisod.

Khakim, M. (2016). Gerakan Islam Populis Dalam Menjembatani Politik Islam dan Negara. Jurnal Maarif: Arus Pemikiran Islam dan Sosial: Volume 12, No. 1-Juni.

Kamil, S. (2013). Islam Politik Di Indonesia Terkini: Islam dan Negara, Dakwah dan Politik, HMI, Anti Korupsi, Demokrasi, NII, M I dan Perda Syariah. Jakarta: PSIA UIN Jakarta.

Luth, T. (1999). M. Natsir Dakwah dan Pemikirannya. Jakarta: Gema Insani Press.

Maarif, A. (2017). Islam dan Pancasila Sebagai Dasar Negara: Studi Tentang Perdebatan Dalam Konstituante. Bandung: Mizan.

Madinier, R. (2013). Partai Masjumi: Antara Godaan Demokrasi dan Islam Intergral. Bandung: Mizan.

Muhtadi, B. (2012). Dilema PKS: Suara Dan Syariah. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Orsan, M (penyunting). (2017). Debat Tentang Dasar Negara Republik Indonesia di Majelis Konstituante 1957-1959. Bandung: Penerbit Sega Arsy.

Qodir, Z. (2012). Sosiologi Politik Islam: Kontestasi Islam Politik dan Demokrasi Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rahman, A. 2017. Masyumi Dalam Kontestasi Politik Orde Lama. Proceedings of National Seminar, Universitas Negeri Makasar. https://ojs.unm.ac.id/semnaslemlit/article/view/3998

Rahmat, M. (2009). Ideologi Politik PKS: Dari Masjid Kampus Ke Gedung Parlemen. Yogyakarta: Lkis.

Romli, L. (2008). Islam Yes Partai Islam Yes: Sejarah Perkembangan Partai-Partai Islam Di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Takwin, B. (2003). Akar-Akar Ideologi: Pengantar Kajian Konsep Ideologi Dari Plato Hingga Bourdieu. Yogyakarta: Jalasutra.

Zamjani, I. (2009). Sekularisasi Setengah Hati: Politik Islam Indonesia Dalam Periode Formatif. Jakarta: Dian Rakyat.
Seri Buku Tempo: Tokoh Islam Di Awal Kemerdekaan, Natsir Politik Santun Di Antara Dua Rezim. Jakarta: KPG, 2011.

Samsuri. (2004). Politik Islam Anti Komunis: Pergulatan Masyumi dan PKI di Arena Demokrasi Liberal. Yogyakarta: Safiria Insania Press.

Samsuri. (2011). Komunisme Dalam Pergumulan Wacana Ideologi Masyumi. Jurnal Millah, Vol.1, No.1 https://journal.uii.ac.id/Millah/article/view/5645

Sumanto, A & Zulkarnain. 2016. Perkembangan Politik Partai Masyumi Pasca Pemilu 1955. Jurnal Risalah Prodi Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Yogyakarta, Vol 1, No 3. http://journal.student.uny.ac.id/ojs/ojs/index.php/ilmu-sejarah/article/view/2427

Warjio. (2018). Gagalnya Partai Politik Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Diterbitkan

2020-06-30

Cara Mengutip

Argenti, G. (2020). Ideologisasi Partai Islam Masyumi di Indonesia. Jurnal Politikom Indonesiana, 5(1), 37-57. https://doi.org/10.35706/jpi.v5i1.3731

Terbitan

Bagian

Jurnal Politikom Indonesiana

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama