Proses Produksi Material Frit dalam Smelter di PT XYZ

Penulis

  • Syahrul Maulana Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.35261/sigmat.v3i1.9847

Abstrak

Industri keramik di indonesia memiliki nilai lebih karena dapat bersaing di level internasional, sebab dari segi proses produksi hingga pemasaran yang sudah menggunakan teknologi yang cukup canggih. Setiap perusahaan akan saling bersaing untuk memenangkan
Pasar khusus nya dari kualitas yangdiciptakan,kualitas yang diciptakan tidak lepas dari kegagalan ketika prosesnya. Salah satu kegagalan yang sering terjadi ketika proses glasir, yaitu pelapisan biskuit sebelum menjadi menjadi keramik dengan bahan baku silika, alumina, dan flux. Keramik yang yang di produksi dengan metode six sigma yaitu 3,32 sigma dengan tingkat kerusakan 47722 dengan 1 juta produksi yang artinya cukup baik. Proses produksi keramik fine china pada bulan november mengalami beberapa kegagalan dalam proses glasir, yaitu: bercak glasir 12,86%, kotoran Tcrank 17,14%, crowling body 3,78%, dan glasir tergelincir 5,43%. untuk mengetahui penyebab kegagalan dan bagaimana cara mengatasinya sehingga kegagalan tersebut dapat berkurang dengan metode fishbone analysis. Dari hasil analisis yang dilakukan menggunakan fishbone diagram disebabkan oleh faktor manusia dan faktor mesin, sehingga defect hasil produksi.Metode Penelitian yang digunakan yaitu dengan cara observasi secara langsung, wawancara operator beserta pembimbing lapangan, dan studi literatur. Penelitian ini dilakukan di PT. XYZ pada bulan Mei-Juli 2023 dan Berdasarkan hasil dari laporan kerja praktek yang saya lakukan di PT. XYZ tentang Proses Produksi Material FJ-925 (Fritt) di ruang bakar mesin Smelter yaitu Dalam proses produksi Peleburan Material memiliki tahapan seperti tahapan mixing dan Smelting. Dalam proses pencampuran bahan baku diperlukan beberapa bahan seperti Silica,zicron,borin acid dan lain lain.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-04-30