IDENTIFIKASI CEDERA DAN PENANGANAN CEDERA SAAT PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN TELAGASARI

Authors

  • Akhmad Dimyati PJKR-FKIP Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.35706/speed.v1i1.1263

Abstract

Potensi terjadinya cedera saat proses pembelajaran penjasorkes juga dapat berasal dari lingkungan dan alat yang digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar potensi cedera saat pembelajaran Penjas dan mengetahui seberapa besar tingkat pengetahuan guru penjas di Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang tentang penanganan cedera. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa jenis cedera yang sering terjadi saat proses pembelajaran penjas di Kecamatan Telagasari adalah cedera ringan sebanyak 60,58%; 21,17% untuk cedera sedang, dan 18,24% untuk cedera berat.Kemudian hasil dari analisis pengetahuan guru tentang penanganan cedera termasuk dalam kategori baik sekali yaitu sebanyak 4 orang responden (10%) yang memiliki kategori baik sebanyak 20 orang responden (50%), 15 orang (37,50%) masuk dalam kategori cukup, dan 1 orang (2,50%) berada dalam kategori kurang. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan guru penjas di Kecamatan Telagasari tentang prosedur penanganan cedera adalah baik, yaitu sebesar 50%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Majid. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya

Adang Suherman. (2000). Dasar-dasar Penjaskes. Jakarta : Depdikbud.

Agus Widodo Suripto. (2008). Pengaruh Metode Latihan dan Power Otot Tungkai Terhadap Hasil Lari Akselerasi 30 Meter.(Tesis). ProgramPascasarjana Universitas Negeri Semarang.

Biro Humas dan Hukum Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. (2008), Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Ali M. (2001). Pendidikan keselamatan: konsep dan penerapan. Jakarta: Ditjen Olahraga Depdiknas.

Ananto P & Khaidir A. (1998). Memelihara kesehatan dan kesegaran jasmani. Jakarta: Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi Depdiknas.

Fatimah. (2005). Pembelajaran pencegahan dan perawatan cidera olahraga. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Luar biasa.

Muhamad K. (1987). Pertolongan pertama. Jakarta: PT Gramedia.

Mu’rifah & H. Wibowo. (1992). Pendidikan kesehatan. Jakarta: Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas.

Sadoso Sumosardjuno. (1984). Kesehatan olahraga. Jakarta: PT Grafidian Jaya.

Dikdik Zafar Sidik. (2010). Mengajar dan Melatih Atletik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hamzah B. Uno dan Nurdin Mohamad, (2012). Belajar dengan Pendekatan PAILKEM, Jakarta: Bumi Aksara.

Husdarta H.J.S. (2009). Manajemen Pendidikan Jasmani. Bandung : Alfabeta.

Max Darsono, dkk. (2001). Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press.

Mikarsa, Hera Lestari. (2009). Pendidikan Anak Di SD. Jakarta : Universitas Terbuka.

Rusli Ibrahim. (2005). Psikologi Pendidikan Jasmani dan Olahraga PLB. Jakarta: Depdiknas.

Samsudin. (2008). Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta. Litera.

Published

2018-05-27

How to Cite

Dimyati, A. (2018). IDENTIFIKASI CEDERA DAN PENANGANAN CEDERA SAAT PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN TELAGASARI. Jurnal Speed (Sport, Physical Education, Empowerment), 1(1), 1–6. https://doi.org/10.35706/speed.v1i1.1263

Issue

Section

Artikel

Most read articles by the same author(s)