Penjadwalan Irigasi Menggunakan Neraca Air Harian Pada Budidaya Ubi Jalar (Ipomea Batatas L.) Varietas Rancing

Sophia Dwiratna, Edy Suryadi

Abstract


 Salah satu permasalahan budidaya di lahan kering adalah keterbatasan ketersediaan air untuk irigasi. Hal ini menyebabkan petani lahan kering umumnya hanya melakukan satu kali tanam dalam satu tahun. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan menerapkan teknologi pemanenan air hujan atau air limpasan. Untuk meningkatkan produktivitas air hujan yang dipanen dibutuhkan suatu usaha dalam menghemat penggunaan air. Pengaturan jadwal irigasi berdasarkan analisis neraca air lahan harian diharapkan dapat meningkatkan nilai produktivitas air dilahan kering. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji penjadwalan irigasi menggunakan neraca air lahan harian pada budidaya ubi jalar (Ipomea batatas L) varietas rancing. Penelitian ini dilaksanakan di kebun penelitian Ciparanje, Kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor pada bulan Juli sampai November 2018. Penelitian ini dilakukan menggunakan batas deplesi 20% dengan total pemberian irigasi sebesar 9.285,6 liter sedangkan deplesi 30% adalah sebesar 8.687 liter. Substitusi kebutuhan air tanaman dengan deplesi 20% dapat memenuhi 129 m2 luasan areal budidaya, sedangkan deplesi 30% dapat memenuhi 138 m2 luasan areal budidaya selama satu musim tanam. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan air tanaman selama satu musim tanam dapat terpenuhi dari jumlah volume air yang terdapat dalam kolam pemanenan air limpasan.

 

Kata kunci : penjadwalan irigasi, neraca air lahan harian, lahan kering, ubi jalar.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33661/jai.v4i1.1857

Article Metrics

Abstract view : 45 times
PDF - 50 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by :

    

View My Stats Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.