STUDI DESKRIPTIF BAHAN TAMBAHAN KIMIA BERBAHAYA PADA JAJANAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG

Main Article Content

Linda Riski Sefrina
Widya Hary Cahyati
Intan Zainafree

Abstract

Penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang dan pemanis buatan yang berlebih pada jajanan anak Sekolah Dasar (SD) masih sering ditemui di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan boraks, formalin, rhodamin B dan siklamat pada jajanan anak SD di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah 8 SD di Kecamatan Pedurungan. Data diambil dari 36 jajanan uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8,33% jajanan mengandung boraks, 5,56% jajanan mengandung rhodamin B, 13,89% jajanan mengandung siklamat melebihi batas maksimal dan tidak ada jajanan yang mengandung formalin.


Kata Kunci : bahan tambahan pangan; jajanan; anak sekolah dasar

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Artikel

References

Cahyadi W, 2009. Analisis & Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Bumi aksara, Jakarta.

Aminah MS dan Himawan C, 2009. Bahan-Bahan Berbahaya Dalam Kehidupan Kenali Produk Sebelum Membeli, Salamadani Pustaka Semesta, Bandung

Badan POM RI, 2009. Laporan Lokakarya Jejaring Intelijen Pangan Program Nasional Peningkatan Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Balai Besar POM di Semarang, 2012. Laporan Tahunan 2012. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Semarang.

Notoatmodjo S, 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta, Jakarta.

Winarno FG dan Rahayu TS, 1994. Bahan Tambahan untuk Makanan dan Kontaminan. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.

Stefany AW, 2006. Evaluasi Keamanan Pangan Bakso Cilok Ditinjau dari Kandungan Boraksnya di Beberapa Sekolah Dasar (SD) di Wilayah Semarang. Skripsi, Universitas Katolik Soegijapranata.

Astuti RI, 2006. Studi Identifikasi Kandungan Formalin dalam Tahu di Pasar Tradisional dan Pasar Modern Kota Semarang. Skripsi, Universitas Diponegoro.

Wibowo M, 2012. Pengaruh Formalin Peroral Dosis Bertingkat Selama 12 Minggu Terhadap Gambaran Histopatologis Ginjal Tikus Wistar, Skripsi, Universitas Diponegoro.

Utami W dan Suhendi A, 2009. Analisis Rhodamin B dalam Jajanan Pasar dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis. Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi, Vol. 10, No. 2, 2009, hlm.148-155.

Saparinto C dan Hidayati D, 2006, Bahan Tambahan Pangan, Yogyakarta, Kanisius.