Perbandingan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Guided Discovery, Worked Example, dan Scientific

Authors

  • Nur Azizah STKIP Muhammadiyah Kuningan
  • Abdul Rosyid STKIP Muammadiyah Kuningan
  • Intan Noorfitriani STKIP Muhammadiyah Kuningan

DOI:

https://doi.org/10.35706/sjme.v4i2.3551
Abstract views: 29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan
pemahaman matematis siswa melalui penetapan pembelajaran
Guided Discovery, Worked Example maupun Scientific. Penelitian
ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian
pretest posttest non equivalent group desain. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1
Jalaksana tahun pelajaran 2018/2019, adapun sampel dalam
penelitian ini terdiri tiga kelas eksperimen yang diambil secara acak
dari sepuluh kelas yang ada sehingga kelas VIII-G, VIII-H, dan kelas
VIII-J terpilih sebagai sampel. Kelas VIII-H merupakan kelompok
Guided Discovery, kelas VIII-J merupakan kelompok Worked
Example dan kelas VIII-G merupakan kelompok Scientific. Hasil
analisis data melalui uji Anova satu jalan terhadap data pretest
menunjukkan nilai F_hitung<F_tabel, hal ini berarti ketiga kelompok
tersebut memiliki kemampuan awal yang sama. Adapun hasil analisis
data melalui uji Anova satu jalan terhadap data posttest menunjukkan
nilai F_hitung>F_tabel,hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan
kemampuan pemahaman matematis siswa pada ketiga kelompok
ekspermen setelah memperoleh perlakuan. Adapun berdasarkan uji
lanjutan diketahui bahwa terdapat perbedaan dari rerata skor
kemampuan pemahaman matematis pada setiap pasangan kelompok.
Besar rerata ketiga kelompok perlakuan jika diurutkan adalah (1)
pembelajaran Worked Example dengan rerata 84,83, (2)
pembelajaran Guided Discovery dengan rerata 76,14 dan (3)
pembelajaran Scientific dengan rerata 68,00.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alan, U. F., & Afriansyah, E. A. (2017). Kemampuan pemahaman matematis siswa melalui model pembelajaran auditory intellectually repretition dan problem based learning. Jurnal Pendidikan Matematika, 11(1), 67–78.

Atkinson, R. K., Derry, S. J., Renkl, A., & Wortham, D. (2000). Learning from Examples: Instructional Principles from the Worked Examples Research. Review of Educational Research, 70(2), 181–214.

Chamber, P. (2008). Teaching mathematics: Developing as a self active secondary teacher. SAOE Publication Inc.

DeJong, T. (2010). Cognitive load theory, educational research, and instructional design: some food for thought. Instructional Science, 38, 105–134.

Kalyuga, S. (2009). Cognitive Load Factors in Instructional Design for Advance Learner. Nova Science Publishers.

Kalyuga, S. (2015). Instructional guidance: A cognitive load perspective. Information Age Publishing.

Kester, L., Paas, F., & van Merrienboer, J. J. G. (2010). Instructional control of cognitive load in the design of complex learning environments. In J. L. Plass, R. Moreno, & R. Brunken (Eds.), Cognitive Load Theory (pp. 109–130). Cambridge University Press.

Khomsiatun, S., & Retnawati, H. (2015). Pengembangan perangkat pembelajaran dengan penemuan terbimbing untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 2(1), 92–106.

Mawaddah, S., & Maryanti, R. (2016). Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP dalam pembelajaran menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning). EDU-MAT Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 78–85.

McLaren, B. M., Van Gog, T., Ganoe, C., Karabinos, M., & Yaron, D. (2016). The efficiency of worked examples compared to erroneous examples, tutored problem solving, and problem solving in computer-based learning environments. Computers in Human Behavior, 55, 87–99.

Moreno, R., & Park, B. (2010). Cognitive load theory: Historical development and relation to other theories. In J. L. Plass, R. Moreno, & R. Brunken (Eds.), Cognitive Load Theory (pp. 9–28). Cambridge University Press.

National Council of Teachers of Mathematics, N. (2000). Curriculum and Evaluation Standards for School Mathematics. NCTM.

Palaki, Y., & Fahinu. (2015). Pengaruh pendekatan saintifik terhadap kemampuan pemahaman matematik siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Kendari pada materi operasi aljabar. Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika, 3(3), 153–166.

Purnomo, Y. W. (2011). Keefektifan model penemuan terbimbing dan cooperative learning pada pembelajaran matematika. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 41(1), 37–53.

Retnowati, E. (2012). Worked examples in mathematic. 2nd International STEM in Education Conference, 393–395.

Sanjaya, W. (2008). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses. Kencana Prenada Grup.

Schleicher, A. (2018). PISA 2018: Insights and interpretations. OECD.

Subanji. (2011). Matematika sekolah dan pembelajarannya. J-TEQIP, 11(1), 1–12.

Sumarmo, U. (2013). Berpikir dan disposisi matematik serta pembelajarannya. UPI Press.

Sweller, J., Ayres, P., & Kalyuga, S. (2011). Cognitive load theory. Springer.

Van Gog, T., Paas, F., & Sweller, J. (2010). Cognitive load theory: Advances in research on worked examples, animations, and cognitive load measurement. Educational Psychology Review Springer, 1–4.

Wahyono, Abdulhak, I., & Rusman. (2017). Implementation of scientific approach based learning to think high level in state senior high school in Ketapang. International Journal of Education and Research, 5(8), 221–230.

Yadav, D. K. (2017). Exact definition of mathematics. International Research. Journal of Mathematics,Engineering and IT, 4(1), 34–42.

Young, J. Q., Merrienboer, J. V., Durning, S., & Cate, O. T. (2014). Cognitive Load Theory: Implications for medical education. Medical Teacher, 36, 371–384.

Published

2020-07-29