Desain Didaktis Konsep Luas Daerah Trapesium Pada Pembelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama

Authors

  • Eva Mulyani Universitas Siliwangi, Jawa Barat

DOI:

https://doi.org/10.35706/sjme.v1i2.752
Abstract views: 318

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya hambatan belajar (learning obstacle) yang dialami peserta didik tentang konsep luas daerah trapesium. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun dan mengimplementasikan bahan ajar pada konsep luas daerah trapesium. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Desain Didaktis (Didactical Design Research). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan melaksanakan uji instrument learning obstacle, implementasi desain didaktis, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah suatu desain didaktis alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada materi konsep luas daerah trapesium.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Eva Mulyani, Universitas Siliwangi, Jawa Barat

Pendidikan Matematika

References

Budiningsih, C.A. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Evayanti, M. (2013). Desain Didaktis Konsep Luas Daerah Jajargenjang Pada Pembelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama (SMP).Bandung: Skripsi Universitas Pendidikan Indonesia. Tidak diterbitkan.

Lidinillah, D.A.M. (2012). Educational Design Research: a Theoretical Framework for Action. [online]. Tersedia: http://file.upi.edu/Direktori/KD-TASIKMALAYA/DINDIN_ABDUL_MUIZ_LIDINILLAH_%28KD-TASIKMALAYA%29-197901132005011003/132313548%20-%20dindin%20abdul%20muiz%20lidinillah/Educational%20Design%20Research-A%20Theoretical%20Framework%20for%20Action.pdf

Januari 2016]

Nurahmi, H. (2014). Desain didaktis sifat-sifat Segiempat pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Pertama berdasarkan Learning Obstacle dan Learning Trajectory. [online]. Tersedia: http://repository.upi.edu/11450/8/S_MTK_1002573_Chapter5.pdf

Januari 2016]

Nuroniah, S. (2014). Desain Didaktis Konsep Luas Daerah Segitiga dan Segiempat Pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Pertama berdasarkan learning obstacle dan learning trajectory. [online]. Tersedia:http://repository.upi.edu/12670/6/S_%20MAT_%201001041_Chapter3.pdf [25 Januari 2016]

Setiawati, E. (2011). Hambatan Epistemologi (Epistemological Obstacles) Dalam Persamaan Kuadrat Pada Siswa Madrasah Aliah. Makalah disajikan pada Seminar Internasional dan Konferensi Nasional Pendidikan Matematika keempat di UNY, Yogyakarta. [25 Januari 2016]

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.Bandung: Alfabeta

Suryadi, D. (2010). Menciptakan Proses Belajar Aktif: Kajian dari Sudut Pandang Teori Belajar dan Teori Didaktik. [online]. Tersedia:http://didi-suryadi.staf.upi.edu/files/2011/06/MENCIPTAKAN-PROSES-BELAJAR-AKTIF.pdf [28 Desember 2015]

Suryadi, D. (2011).Desain Didaktis Pengenalan Bilangan Bulat (kreasi guru-guru sekolah dasar gagasceria Bandung. Makalah disajikan pada Seminar Pendidikan Matematika di Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya. [20 Desember 2015]

Suratno, T. (2009). Memahami Kompleksitas Pengajaran-Pembelajaran dan Kondisi Pendidikan dan Pekerjaan Guru. [Online]. Tersedia: http://the2the.com/eunica/document/TSuratno_complex_syndrome.pdf [11 Januari 2016]

Thohari, K. (2011) Meningkatkan Kualitas Pembalajararan Geometri dengan Teori Van Hiele. [Online]. Tersedia: http://dc586.4shared.com/download/Ju7sr6f1/Khamim_Tohari_vanhiele.pdf?tsid=20130520-042527-b7d48090 [11 Januari 2016].

Published

2017-07-07

Issue

Section

Article