STRATEGI PENINGKATAN MUTU PERGURUAN TINGGI NEGERI BARU

Penulis

  • Ilham Fahmi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) S-1 Fakultas Agama Islam Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang

Abstrak

Penjaminan mutu Pendidikan Tinggi merupakan kegiatan sistematis untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Masih belum efektif dan efisiennya strategi untuk membangun budaya mutu institusi ditengarai masih terjadi pada institusi Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Strategi yang berusaha dibangun oleh Universitas Singaperbangsa Karawang dalam membangun budaya mutu institusinya yakni dengan menekankan pada 4 komponen utama yang menjadi determinasi utama dalam rangkan strategi peningkatan kinerja mutu institusi diantaranya aspek kepemimpinan institusi dimaka pimpinan berusaha menjalankan tipe kepemimpinan yang mampu mengarahkan institusi dimana transisi ke arah pencapaian visi masa depan. Kemudian manajemen layanan akademik yang efektif dan efisien dalam upaya memeberikan layanan yang cepat, akurat, serta bermutu kepada seluruh stakeholder. Kemudian meningkatkan kinerja penelitian dan publikasi ilmiah dengan upaya meningkatkan anggaran, serta membangun budaya riset diseluruh civitas akademika Universitas Singaperbangsa.


Kata Kunci : Mutu; Kepemimpinan; Layanan Akademik; Penelitian dan Publikasi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Belhiah, H. (2007) “Toward a New Conceptualization of Teacher Leadership in Morroccan Schools”. Proceedings of the Mate 27th Annual National Conference.

Creswell, John W. (2010). “Research Design, Pendekatan Kualitatif, kuantitatif, dan Mixed”. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Dinham, S., Aubusson, P., and Brady, L. (2006) “Distributive leadership through action learning”. Australian Centre for Educational Leadership 5th International Educational Leadership Conference.

Fattah, Nanang. (2012). “Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan, Dalam Konteks MBS”. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Harris, A. and Spillance, J. (2008) “Distributed Leadership Through Looking Glass”. Management in Education BELMAS. 22(1). 31-34.

Hoy, Charles., et al. (2000). “Improving Quality in Education”. London : Falmer Press.

Hulpia, H., Devos, G. and Rosseel, Y. (2009) “The Relationship Between the Perception of Distributed Leadership in Secondary Schools and Teachers? and Teachers Leaders? Job Satisfaction and Organizational Commitment. Educational and Psychological Measurement”. 20. 291-317.

Indriantoro, Nurdan,. Supomo, Bambang (1999). “Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi & Manajemen”. Yogyakarta : Penerbit BPFE.

Jatmiko,Wisnu., Santoso, Harry Budi., Syulistiyo, Arie Rachman. (2015) “Panduan Penulisan Artikel Ilmiah”. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Kerlinger, Fred N. (1986). “Asas-Asas Penelitian Behavioral Edisi Ketiga Terjemah” Landung R. Simatupang. Jogjakarta: Gajah Mada University Press.

Komariah, Aan. Dan Triana, Cepi (2005). “Visionary Leadership Meneuju Sekolah Efektif”. Jakarta : Bumi Aksara

Koswara, Deni., Triatna, Cepi. (2014). “Manajemen Pendidikan (Tim Dosen Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia)”. “Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan”. Bandung : Alfabeta.

Putri, Kartiwi Asti., dan Sa?ud, Syaefudin Udin. (2012) “Kualitas Layanan Akademik Sekolah”. Jurnal Administrasi Pendidikan. 22 (2). 39-57

National Assessment and Accreditaion Concil. (2006). “Quality Assurance in Higer Education”. Bangalore : India.

Sallis, Edward. (2005). Total Quality Management. UK : Kogan Page.

Spillance, J. P. (2005) “Distributed Leadership”. The Educational Forum. 69(2). 143-150.

Sulistiawati dan Komariah, Aan. (2015) “Pengaruh Kualitas Layanan Guru dan Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Terhadap Mutu Sekolah Dasar” Jurnal Administrasi Pendidikan. 17 (1). 181-189.

Sugiyono. (2017). “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R and D”. Bandung: Alfabeta.

Williams, C. G. (2011) “Distributed Leadership in South African schools”. Possibilities and constraints. South African Journal of Education. 31. 190 -20.

Yap, Kenneth B., & Sweeney, Fillian C. (2007). “Zone of Tolerance Moderates the Service Quality-Outcome Relationship”. Journal Of Service Marketing. 21, (2), 91-100.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 21012 Tengang Pendidikan Tinggi.

Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 62 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. (2017). “Kumpulan Peraturan Perundang-Undangan Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi”. Direktorat Penjaminan Mutu. Direktotrat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-01-01