INTERNALISASI SIKAP RELIGIUS SISWA MELALUI PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 KARAWANG

Authors

  • Khalid Ramdhani Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) S-1 Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Akbar Nursyabani Mahasiswa Pasca Sarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Abstract

Kurikulum adalah seperangkat alat bahan ajar atau panduan dalam pendidikan yang harus dimiliki oleh semua lembaga pendidikan pormal dan harus di kuasai oleh seorang guru/pendidik untuk di ajarkan kepada peserta didik hal ini bertujuan untuk mendapatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan siswasampai kepada garis finishsesuai dengan harapan yang dimaksudkan dalam lembaga pendidikan, pendidikan agama islam merupakan usaha yang dilakukan pendidik untuk menumbuh kembangkan peserta didik dalam bidang pengetahuan agama Islam Penelitian inibertujuan untuk mendiskripsikan Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam dengan penanaman nilai-nilai Religius/Religious Culture di Madrasah Tsawanyah Negeri 4 Karawang, dengan sub fokus mencakup: (1) Perencanaan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsawanyah Negeri 4 Karawang (2) Implementasi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsawanyah Negeri 4 Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pendekatan deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan tehnik metode observasi, wawancara. Teknik analisa data meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi, pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara perpanjangan keikutsertaan peneliti: ketekunan pengamatan. Informan peneliti yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru pendidikan agama islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pengembangan kurikulum berbasis religious cultureini dapat di lihat bahwa kurikulum Madrasah Tsawanyah Negeri 4 Karawang ini memiliki jam pembelajaran yang di sesuaikan dengan pendidikan nasional dan memiliki jam tambahan pada sore 

hari yang jumlahnya yaitu Kelas VII : 45 jam pelajaran Kelas VIII : 45 Jam Pelajaran dan Kelas IX : 49 Jam Pelajaran, di tambah dengan kegiatan jam pelajaran tambahan pada sore hari sehingga penanaman nilai-nilai religious/religious culture dapat terwujud.


Kata Kunci: Pengembangan, Kurikulum Pendidikan Agama Islam, Religius Culture.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Majid, (2012, )Pendidikan Karakter Perspektif Islam, Bandung : Rosda

C. (2010). Filsafat ilmu; mengurai ontologi, epistimology dan aksiologi pengetahuan. Bandung; PT. Remaja Rosdakarya.

Akhmad Sudrajat, (2014), Perencanaan Kurikulum dalam Pendidikan ,Jakarta; Raja Grafindo Persada.

Fuad Ihsan, (1997). Dasar-dasar Kependidikan. Jakarta : Rineka Cipta.

Hornsby. (1995), oxford Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Firth edition. Oxford ; oxford University Press.

Ismail raji al-faruqi, (1982), Islamization of Knowledg General Principle And Workplan, Washington DC: International Institute of Islamic thought.

JP. Chaplin, (2005). Kamus Lengkap Psikologi, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989 , 336

Muhaimin, (2004), Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, disekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Muhaimin, (2006), Nuansa Baru Pendidikan Islam, Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan, Jakarta; Raja Grafindo Persada.

Muhaimin, (2009), Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah, Bandung: PT remaja Rosdakarya.

Usuf Mu?allim, (2014), Manajemen dan Perencanaan Kurikulum, Jakarta: Bumi Aksara. Oemar Hamalik, (2007), “Kurikulum dan Pembelajaran”. Jakarta: Bumi Aksara.

Published

2020-01-01